Diklat Vokasi Menciptakan Kerja Nyata ASN Kemenhub dalam Pengembangan Perekonomian Bangsa

Diklat Vokasi Menciptakan Kerja Nyata ASN Kemenhub dalam Pengembangan Perekonomian Bangsa

Ciwidey, Jum’at 5 Oktober 2018 Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Dr. Wahju S Utomo (Tommy) menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembangunan Karakter dalam Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan di Balai Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Karakter (BP3K) Kabupaten Bandung. Diklat ini diikuti oleh 2.623 calon Taruna-Taruni, dihadiri Para Kepala UPT & Pejabat struktural di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan serta Komandan Kodiklat TNI AD beserta Jajarannya. Diklat Madatukar diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk mental dan mempersiapkan calon taruna-taruni dalam aktivitas di sekolah sekaligus membekali mereka dengan softskill dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Irjen Tommy menyampaikan bahwa SDM memiliki peranan yang penting dalam pembangunan, dimana manusia merupakan faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran sebuah bangsa. SDM adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan keberlangsungan sebuah organisasi. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu. Perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi atau yang lebih di kenal dengan istilah Modal Insani (Human Capital). Di sini SDM dilihat bukan sekadar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai (tacit and explicit knowledge) dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan dan juga bukan sebaliknya sebagai beban (liability). Sehingga perspektif SDM sebagai investasi dalam organisasi saat ini lebih mengemuka.

Dalam Pembukaan UUD 1945 dituliskan bahwa salah satu cita-cita Bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini mensiratkan bahwa pengembangan SDM yang efektif merupakan permulaan dari pertumbuhan ekonomi. Walaupun Kementerian Perhubungan sebagai salah satu instansi teknis tetapi tidak hanya memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan transportasi, namun juga memiliki fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya dalam bidang transportasi.

Sejalan dengan hal tersebut, beberapa pekan lalu Bapak Presiden mengutarakan bahwa pembangunan sektor SDM merupakan pekerjaan besar yang akan dilakukan pemerintah setelah infrastruktur. Menurutnya, peningkatakan kualitas SDM menjadi kunci Indonesia dalam berkompetisi dengan negara lain. Tahun depan Pemerintah menyatakan penganggaran akan fokus sepenuhnya kepada pengembangan SDM. Beberapa hal yang menjadi fokus adalah pendidikan vokasional, peningkatan keahlian tenaga kerja, politeknik, hingga kemitraan dengan industri dalam pendidikan pekerja.  Komitmen Pemerintah terefleksikan dalam rapat pembahasan terakhir Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 pada bulan Agustus lalu, Bapak Presiden menegaskan pengembangan SDM harus menjadi prioritas dan perhatian di setiap Instansi Pemerintah.

Dalam sesi penutupan Irjen Tommy menyampaikan, bahwa dalam program pengentasan kemiskinan sebagaimana diamanatkan pemerintah, penyelenggaraan pendidikan vokasi merupakan salah satu upaya yang terbukti efektif. Pendidikan vokasi memberikan bekal kepada masyarakat agar bisa lebih mandiri, baik untuk mendapatkan pekerjaan maupun menciptakan lapangan pekerjaan. Kemiskinan di Indonesia turun drastis dalam lima tahun terakhir berkat pendidikan vokasi. Ia juga menghimbau, wujud kerja nyata Aparatur Sipil Negara di Kementerian Perhubungan harus memiliki makna dalam pengembangan perekonomian bangsa. Sebagaimana semboyan Perhubungan yaitu “Wahana Manghayu Warga Pertiwi” yang memiliki arti Perhubungan adalah wahana untuk mensejahterakan bangsa dan negara, sehingga dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bahwa Aparatur Sipil Negara bekerja, berkarya dan mengabdi untuk memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara.

Di akhir sambutan ia mengucapkan selamat atas keberhasilan para calon taruna-taruni menempuh pendidikan dan pelatihan selama 12 (dua belas) hari di Kawah Chandra Dimuka Kementerian Perhubungan ini.  Bawalah selalu semangat ini di sekolah-sekolah, tebarkan semangat-semangat positif di sekolah, jadilah pemersatu dan perekat, jagalah selalu silaturahmi serta jadilah agen perubahan di sekolah-sekolah kalian. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para Pelatih Kodiklat TNI AD, para Fasilitator Kementerian Perhubungan, para Tim Medis serta para Panitia Penyelenggara yang telah mewujudkan kegiatan diklat Madatukar ini, serta ungkapan selamat Hari Ulang Tahun TNI yang ke 73, semoga TNI semakin kuat dan professional dalam menjaga NKRI. (ZAR & DTK)

Close Menu