Perhubungan Sebagai Urat Nadi Pembangunan Transportasi Nasional

Perhubungan Sebagai Urat Nadi Pembangunan Transportasi Nasional

Pada hari Rabu 3 Oktober 2018 Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, Dr. Wahju S Utomo memberikan ceramah kepada para peserta Diklat Reform Leadership Training dalam sesi Leadership in Organization on Service of Excellence di aula Badan Pengembangan SDM Perhubungan Jakarta. Diklat tersebut diikuti oleh para Pejabat Pengawas dan Administrator di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Beliau menyampaikan, tantangan kita saat ini dalam pembangunan infrastruktur khususnya di sektor transportasi sangatlah kompleks. Negara kita mempunyai wilayah dengan kepulauan yang luas terdiri dari 263.5 juta penduduk, 17 ribu pulau dengan 300 suku dan 700 bahasa. Hal tersebut mengkategorikan, negara kita menjadi yang terbesar keempat di dunia. Tantangan terhadap Strategi Indonesia Centric dalam peningkatan daya saing dan nilai tambah membuat kita harus mampu mengembangkan dan membangun infrastruktur di luar Jawa melalui peningkatan kualitas SDM dan menngembangkan UMKM tentunya. Pola penyusunan alokasi anggaran kita  hakikinya harus lebih proaktif dimana program-program yang disusun harus menghasilkan susuatu yang produktif dengan manfaat nyata melalui skema-skema penganggaran yang kreatif, efektif dan linear dengan seluruh rangkaian priorias nasional ataupun bidang.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam melakukan inovasi, kita harus konsisten dan berkelanjutan, inovasi bukanlah hal yang tematik. Inovasi yang baik itu adalah inovasi yang dapat dijalankan atau dimonitoring dalam pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan. Terdapat beberapa sisi dalam inovasi yang konsisten beliau katakan seperti:

  1. Pemanfaatan produk dalam negeri
  2. Adaptasi terhadap kemajuan teknologi
  3. Perkuatan sumber daya manusia
  4. Kerjasama internasional dalam pengembangan wilayah dan
  5. Melakukan terobosan untuk memperoleh sumber pendanaan inovatif

Keberhasilan nyata kita dalam kemajuan sektor tranportasi terjadi ketika kita dapat mengelola masalah disparitas harga dan mewujudkan interkoneksi antar moda di berbagai wilayah. Sasaran tersebut merefleksikan terhadap perspektif Perhubungan Sebagai Urat Nadi Pembangunan Transportasi Nasional.  Irjen Tommy menyampaikan 11 unsur transportasi yang sukses harus ada dimiliki oleh Insan Perhubungan, unsur-unsur tersebut seperti Selamat, Aman, Nyaman, Cepat, Tepat, Efektif, Efisien, Menjangkau semua wilayah, Biaya terjangkau masyarakat, Hemat energi  dan Ramah lingkungan.

Sehingga dengan berbagai tantangan yang ada di zaman serba berkembang saat ini, kita semua tertantang untuk menghadapi permasalahan dengan metode yg berkembang juga, menurutnya terdapat empat ciri bangsa yang cerdas. Pertama, berpola pikir terbuka dan selalu berorientasi mencari jawaban, bukan mempersoalkan persoalan, karena yang dibutuhkan persoalan adalah jawaban, Kedua, efektif dalam pembiayaan, dimana seharusnya biaya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah bisa sangat efektif atau murah. Ketiga, selalu menjaga harkat, martabat dan patuh dengan pranata hukum., dimana hendaknya dalam menyelesaikan masalah tetap patuh dan menjaga nilai etika, moral, dan pranata hukum dan yang Keempat,  kebiasaan tepat waktu, dalam artian bahwa setiap persoalan membutuhkan jawaban dan setiap jawaban dibatasi oleh fungsi waktu.

Dengan demikian, beliau mengharapkan hal-hal yang telah disampaikan, hendaknya dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan dan situasi lapangan dalam melaksanakan Transportasi Nasional. [DTK dan ZAR]

Close Menu